Whatever About This Blog

Keep Enjoy

7 March 2015

Peluang Bisnis : Nikmatnya Menjadi Personal Guides


Abstract
Bicara tentang bisnis, kali ini saya akan membahas tentang peluang bisnis yang ada di sekitar kita. Sebagai anak muda jaman sekarang, berbisnis bukanlah hal yang asing. banyak teman teman seusia saya yang sudah menjadi pelaku bisnis. (ex: jual beli hape, burung, MLM). daalam hal berbisnis juga tidak perlu memerlukan modal uang yang banyak dan juga tidak perlu juga bisnis yang besar. mulailah dari bisnis kecil kecilan (ex: jual beli hape, burung, MLM). Namun sebagai anak muda masa kini, saya tidak begitu tertarik dengan bisnis tersebut(curhat). saya lebih suka berbisnis dengan mengandalkan kemampuan verbal atau otak saya (bukan MLM). seperti menjadi Personal Guide bagi para turis asing yang ingin berbisnis di Indonesia.

What the hell is going on?
TKP: Ayah saya adalah seorang wirausaha jual beli biji rudraksha atau di Indonesia biasa disebut jenitri. semacam buah yang bijinya bisa digunakan untuk membuat kerajinan seperti tasbih, kalung, gelang, jam tangan, dll. Bisnis tersebut adalah bisnis keluarga yang dimulai dari alm. kakek saya. Dulu, ayah saya menjual biji tersebut ke jakarta, dan setelah itu oleh si pembeli lalu di eksport ke India, Nepal, dan China. namun setelah bertahun tahun bertransaksi dengan sistem eksport import, akhirnya para orang Nepal (Nepali)  yang membeli biji tersebut memilih terjun langsung ke lapangan. yaitu dengan datang ke Indonesia lalu mendatangi para petani di desa desa dan bernegosiasi atau tawar menawar dengan para petani jenitri untuk membeli biji tersebut. tentu dengan harga yang lebih murah dibanding dengan mengimport dari Indonesia. Para Nepali tersebut tentunya butuh seorang guide untuk bisa blusukan ke rumah2 petani, karena sebelumnya Nepali ini sudah kenal dengan ayah saya dari situs Linked-In dan We-Chat(melalui saya) dan sering chattingan tentang bisnis tersebut. tentunya dengan bahasa inggris. karena ayah saya tidak terlalu mahir dalam berbahasa Inggris, maka dia meminta bantuan saya untuk menjadi "translator" yang kebetulan saya waktu itu juga sedang ingin melatih kemampuan bahasa inggris saya, sekaligus melibatkan saya untuk ikut ke bisnis jenitri tersebut.\

Thumbs up for me :v
Akhirnya sekitar bulan Desember 2013 mereka bertiga (Nepali) datang ke Indonesia dan ayah saya pun menjemput mereka di Jakarta, dan saat itulah pertemuan pertama kami setelah sekitar 2 bulan berkomunikasi lewat dunia maya. setelah saat itu, kami membentuk team dan rapat tentang tujuan kita menuju ke lokasi para petani dan pengepul jenetri, di Jawa. Pusat senter Jenitri di Indonesia saat ini adalah Kebumen, Jawa Tengah. team pun terbentuk dengan 6 orang yaitu saya(translator) ayah saya(Guide) teman ayah saya (Driver) dan para Nepali ini (Summit Goyal, Gaurav Aggarwal dan Pankaj Aggarwal) mereka adalah kakak beradik dan mempunyai company sendiri sendiri di Khatmandu, Nepal. Kami menyebut team kami The Big-B team. yeahhh :D. dan dalam rapat tersebut yang kami bahas adalah pembagian komisi kami sebagai guide,driver, dan translator dalam petualangan kami :v. yaitu 10% dari total pembelaanjaan Nepali tersebut di Indonesia. menjanjikan bukan?

Peluang bisnis yang didapat dari cerita saya diatas adalah, kita dapat berbisnis dengan modal utama bukan hanya uang, tapi juga kepercayaan terhadap calon partner bisnis kita. kita dapat melandasi bisnis kita dengan hubungan yang sudah harmonis sehingga bisa menjadi langkah awal yang cemerlang. meskipun tidak menutup kemungkinan juga dalam bisnis tersebut nanti akan ada kesalahpahaman yang akan sedikit menggaggu partnership kita. ya itulah dunia bisnis kita harus menghormati partner bisnis kita, tapi kita tidak harus terlalu percaya pada partner bisnis kita. 

"Respect your partner, but dont believe your partner - Don Vito Corleone, (The Goodfather ,1972)"

source : pengalaman pribadi

2 comments: