18 August 2014

Perbedaan antara iPhone asli dan palsu atau imitasi



Apa persamaan antara iPhone yang asli dengan yang replika atau palsu? Sama-sama baru diketahui ketika sudah dibeli dan dibawa pulang ke rumah. 



Yep, sayangnya itulah yang sering terjadi.



Sekitar seminggu yang lalu, saya membeli iPhone 5s dengan harga 1,2 juta dari teman saya. Ya, memang betul itu adalah iPhone imitasi ataupun "super copy". itu seperti gambar yang diatas

saya membelinya karena teman saya sangat butuh uang waktu itu, kebetulan saya juga sedang mencari iPhone by Apple, tentunya yang original. karena dia sangat butuh uang tersebut akhirnya saya membeli iPhone teman saya dengan harga diatas. Awalnya saya heran kenapa iPhone ini bisa dibuat imitasinya, tapi setelah saya otak atik dirumah ternyata dari bentuk fisiknya memang sangat sulit untuk membedakan dengan yang asli, kecuali beratntya.
Dari systemnya pun sama, hanya saja pada saat membuka App Store, iPhone ini malah masuk ke Play Store, yang harusnya adalah untuk android. mungkin disitu ya bedanya antara iPhone asli dan imitasi.
berikut saya share beberapa perbedaan antara iPhone asli dan Palsu, cekidot
 


Membedakan mana iPhone yang asli dan mana yang imitasi/palsu sudah menjadi cukup sulit akhir-akhir ini berkat kualitasnya yang makin meningkat. Ciri-ciri atau tanda khas yang biasa ditemukan pada iPhone imitasi pada 2-3 tahun yang lalu bisa dibilang sudah menghilang dari iPhone imitasi keluaran terbaru. We’re fucked up.

Super copy, replika, clone, dll

Memang sih, tidak semua iPhone imitasi yang ada di pasaran itu sulit dibedakan. Beberapa ada yang memang dengan sengaja memasang tanda agar mudah dibedakan dengan yang asli. Misalnya teks atau logo Apple yang diganti dengan merk tersendiri (misalnya Goophone), warna yang bervariasi (misalnya mirip iPhone 4/4S tapi dengan casing merah, biru, dsb), atau dengan terang-terangan memasang tanda “Menjalankan Android” atau “Replica”. Tapi, ada juga produsen yang dengan sengaja membuat yang sangat mirip/identik dengan iPhone (sering disebut “super copy”) sehingga sulit dibedakan dengan yang asli dan membuat banyak orang yang tertipu. Ini yang berbahaya.
Nah, salah satu yang jadi masalah untuk mendeteksi barang imitasi tersebut adalah karena produsennya bukan cuma satu saja. Artinya, barang-barang imitasi (iPhone) tersebut tidak punya karakteristik khusus dari segi fisik yang bisa jadi penanda utama bahwa dia palsu. Maksud saya, bahkan dua buah iPhone imitasi atau replika atau “super copy” akan sedikit berbeda satu sama lainnya kalau keduanya dari produsen atau pabrik yang berbeda.
Kalau saya katakan, misalnya, “jangan beli iPhone yang di bagian belakang bodinya tidak tertulis IMEI dan Serial”, maka anjuran saya tersebut tidak akan berlaku untuk semua iPhone imitasi/replika yang ada di pasaran, karena ada juga iPhone imitasi yang tingkat kemiripannya sangat tinggi dan tercantum IMEI dan Serial Number di belakang bodinya. Kalau Anda berpatokan dengan anjuran saya tersebut tanpa memperhatikan tanda-tanda lainnya, bisa jadi Anda memang tidak jadi membeli iPhone imitasi kualitas rendah tersebut, tetapi justru membeli barang imitasi yang kualitas tinggi yang sudah dilengkapi IMEI dan Serial Number di belakang bodinya.
Jadi, yeah… memang tidak gampang. Bahkan saya menjadi tertantang untuk mencoba membedakannya sendiri.

Here we go

Oke, intronya sudah. Sekarang saya akan mencoba memberikan saran atau petunjuk-petunjuk kepada Anda agar Anda benar-benar membeli iPhone, bukan smartphone Android 2 jutaan.
Dan seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, beberapa ciri atau tanda khusus pada sebuah iPhone imitasi/replika belum tentu ada atau ditemukan pada iPhone imitasi lainnya. Beda barang belum tentu sama ciri-cirinya, tergantung kualitas dari iPhone imitasi tersebut. Oleh karena itu, saran atau petunjuk yang saya berikan bersifat universal dan tidak spesifik.
And…

1. Cek harga

Oh dear, ini sudah jelas. iPhone “asli” yang Anda pegang di toko-toko itu tidak akan dihargai murah kalau tidak ada apa-apanya. iPhone yang keterlaluan murahnya itu kalau bukan barang hilang, curian, pasti palsu (kalau box dan aksesorisnya lengkap). Harga adalah perbedaan paling nyata antara iPhone asli dan imitasi/replika.
Sebelum membeli iPhone, persiapkan budget Anda terlebih dahulu kemudian tentukan jenis iPhone apa yang sesuai dengan budget yang Anda miliki. Entah itu yang baru atau bekas, yang jelas Anda harus tentukan jenis iPhone yang akan Anda incar. Contoh, Anda punya budget yang cukup untuk membeli iPhone 4S baru. Itu artinya Anda sudah tahu sebelumnya berapa kisaran harga iPhone 4S di pasaran. Dengan begitu kalau suatu saat Anda ke toko atau pusat pertokoan dan ditawari iPhone 4S dengan harga yang jauh lebih murah dari dana yang sudah Anda siapkan (misalnya Anda siapkan uang 4 juta tapi ada yang menawarkan sebuah iPhone 4S baru dengan harga 2 juta saja), abaikan saja karena kemungkinan besar itu bukan iPhone 4S buatan Apple yang Anda cari. Begitupun juga kalau dengan dana 4 juta tapi Anda malah ditawari iPhone 5s oleh seorang penjual, hehehe… gila, skip aja deh. Better safe than sorry

2. Cek fisik

(Sayangnya cara ini tidak berlaku buat Anda yang membeli secara online)
Box/dus
Semua produk Apple dibuat dengan bahan yang berkualitas tinggi, bahkan boxnya juga. Bahan, sudut-sudut dan lipatannya tidak ada cacatnya. Warnanya putih bersih dan gambar atau logo pada box iPhone itu semua tercetak rapi. Kalau dipegang halus dan tebal. Plus, isinya dilengkapi dengan kabel data/ kepala charger, earphone, manual/panduan singkat (Quick Start Guide), sebuah SIM card pin untuk mengeluarkan kartu SIM, dan dua buah stiker berlogo Apple.

Tapi perlu dicatat, bisa jadi ada box asli yang di dalamnya diisi dengan barang yang tidak asli.
Pada sisi box bagian bawah juga biasanya ada barcode atau IMEI dan Serial Number serta informasi lainnya. Selain itu, teks “Designed by Apple in California Assembled in China” juga ada! Ini sebenarnya penting, tapi jangan terlalu patokan sama ini. Semua yang ditulis di situ gampang dipalsukan.
iPhone
Kalau Anda belum pernah memegang iPhone sama sekali, ini bisa jadi cukup sulit. Tapi, bobot iPhone sedikit lebih berat dibanding smartphone lain pada umumnya dengan ukuran yang sama. Ini karena iPhone asli tentunya menggunakan bahan berkualitas tinggi. Misalnya metal dan kaca (tapi bukan kaca yang sama dengan kaca jendela Anda) untuk iPhone 4/4S, dan aluminium dan kaca (bagian atas dekat kamera) untuk iPhone 5/5s.

Selain itu yang perlu diperhatikan dari segi fisik adalah:
  • Casing belakang iPhone tidak bisa dibuka/pasang dengan mudah.
  • Baterai iPhone tidak bisa dilepas/pasang.
  • Kartu SIM dipasang dari samping bodi, bukan di belakang baterai atau casing belakang.
  • Tidak memiliki memori/SD card.
  • Tidak punya stylus.
  • Tidak punya antena ekternal untuk nonton TV.
  • Bagian belakang iPhone tidak tertulis kapasitas penyimpanan (mis. 16GB, 32GB atau 64GB).
  • Tertulis jelas “Designed by Apple in California Assembled in China”.
  • Sekrup yang ada pada bodi iPhone menggunakan sekrup pentalobe, bukan sekrup plus (+) biasa.

3. Cek software

Tampilan iOS 6 (kiri) dan iOS 7 (kanan)
Tampilan iOS 6 (kiri) dan iOS 7 (kanan).
Ya, sangat disarankan untuk memeriksa kondisi softwarenya juga. Oleh karena itu sebaiknya Anda jangan pernah membeli iPhone yang dalam kondisi mati atau tidak bisa dinyalakan.
Sekali lagi, kalau Anda belum pernah memegang iPhone sama sekali, ini bisa jadi tantangan karena Anda tidak punya pembandingnya. Sebenarnya seandainya Anda pernah minimal menggunakan iPhone punya teman/saudara Anda sekali-dua kali, Anda sudah bisa meneliti sendiri apakah iPhone itu palsu berdasarkan beberapa detail yang ada. Misalnya, gambar yang tajam dan tampilan yang jernih, resolusi yang tinggi, font yang halus, layar sentuh responsif, dan lain-lain sebagainya. Tapi kalau memang belum pernah pegang iPhone sebelumnya, bisa dimaklumi kalau Anda tidak menyadari perbedaan-perbedaan itu.
iPhone imitasi kualitas rendah (aka wannabe setengah-setengah) itu biasanya masih menjalankan Java sebagai firmware/sistem operasinya, tapi yang kualitas tinggi sudah menjalankan Android dan bisa sangat mirip dengan iOS (software untuk iPhone/iPad/iPod touch). Kemiripannya bisa menipu, tapi ada beberapa fitur spesifik yang bisa dijadikan tanda kalau itu Android atau iOS.
  1. Bahasa bawaan iPhone adalah bahasa Inggris, kecuali sudah diubah ke Indonesia pada saat aktivasi atau sebelum diperagakan ke calon pembeli.
  2. Cari ikon “App Store” dan buka.
  3. App Store
    App Store pada iOS 6 (kiri) dan iOS 7 (kanan).
    Kalau dibuka dan benar-benar yang muncul adalah App Store (toko aplikasi Apple) maka itu asli, iOS. Tapi kalau yang muncul adalah Play Store, waduh, sepertinya “iPhone” yang Anda pegang itu Android.
    Awas, jangan sampai tertipu…
    iPhone clone

    Anda juga harus curiga kalau “App Store” yang terbuka memiliki teks Cina padahal bahasa tulisannya sudah diatur ke Inggris/Indonesia.
  4. iPhone punya Bluetooth, tapi tidak bisa digunakan untuk mengirim file (foto, musik, dll).
  5. Jadi, kalau misalnya iPhone yang sedang Anda teliti ini Anda pakai untuk foto selfie dan kemudian fotonya bisa dikirim ke BlackBerry Anda (misalnya) melalui Bluetooth, bisa dipastikan itu adalah iPhone imitasi.
  6. iPhone 4S dan yang tebaru punya Siri yang bisa diakses dengan menekan lama tombol Home.
Sebenarnya masih ada beberapa hal lain yang bisa pembeda asli/tidaknya sebuah iPhone. Tetapi seperti yang sudah saya terangkan di atas, iPhone imitasi/replika keluaran terbaru sudah sangat mirip dengan aslinya, dan biasanya dijuluki “super copy” atau “super clone”. Antara iPhone yang asli dan imitasi menjadi kabur dan sangat sulit dibedakan oleh orang awam. (Kecuali, iPhonenya sudah dibawa pulang maka biasanya Anda secara tiba-tiba punya indra ke-6 yang bisa mengtahui hal ini)
Kalau dirasa tips saya sangat sederhana dan Anda yang baca ini kebetulan pernah punya pengalaman atau pegang langsung iPhone imitasi, silakan ditambahkan tipsnya
Catatan
Mungkin ada bertanya kenapa tidak ada “colokkan ke iTunes” pada daftar di atas. Ya, saya tahu, itu saran yang bagus tapi opsional menurut saya. Tidak praktis. Tidak semua tempat yang akan didatangi oleh si calon pembeli punya komputer di atas meja etalasenya, dan saya juga tidak akan menyuruh si calon pembeli untuk membawa laptop ke toko hanya untuk memeriksa apakah iPhonenya asli atau imitasi.
Skenario yang jadi acuan saya adalah, calon pembeli datang ke sebuah toko, cari iPhone, dan si penjaga/pemilik toko akan menawarkan sebuah iPhone. Pada tahap ini si calon pembeli (seharusnya) memeriksa kondisi iPhone terlebih dahulu. Nah pada proses pemeriksaan inilah ketiga tips yang saya tulis di atas bisa dijadikan patokan oleh si calon pembeli. Setelah yakin 100% asli, bayar, selesai. Tidak perlu repot-repot cari komputer.
Begitu juga kalau Anda yang ditawarkan langsung tanpa harus pergi ke toko. Apakah itu di kantor, di warung, rumah teman atau di manapun itu, Anda tetap bisa memeriksanya dengan ketiga tips di atas, bahkan tanpa komputer/iTunes.
Oh ya, last but not least, tidak semua penjual menyembunyikan fakta bahwa “iPhone” yang dia jual atau yang dia tawarkan kepada Anda itu palsu/imitasi/replika. Ada juga yang terang-terangan “kami menjual iPhone replika”, yang memang ditawarkan atau ditujukan pada orang yang cuma mau gaya-gayaan saja. Tapi tetap saja, semirip apapun dengan aslinya (plus murah tentunya), jangan mau membeli yang imitasi ini karena tujuan Anda adalah untuk mendapatkan yang asli; iPhone by Apple.
Yang paling aman adalah, ajak teman Anda yang sudah berpengalaman saat ingin membeli iPhone. Orang yang berpengalaman bisa langsung tahu sebuah iPhone asli/palsu hanya dengan memegangnya.

  1 comment:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu bagi saya untuk membedakan iphone asli dan palsu, semoga tidak ada yang tertipu
    ST3 Telkom

    ReplyDelete

Link to our Beloved Campus

Google+ Badge

Visitors

Followers

Recent Posts

Text Widget

Latukomsina Corporation. Powered by Blogger.
There was an error in this gadget